Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Jejak-Jejak Alien di Tiongkok


Ternyata banyak dari mitologi maupun bukti sejarah bangsa china yang bisa dikait-kaitkan dengan Alien. ditambah tahun tahun terakhir ini banyak berita penampakan UFO disana. Dan semuanya diperparah dengan kurang terbukanya pemerintah china atas apa yang terjadi dan pernah terjadi di sana. Disini ada beberapa mitologi dan sejarah china yang bisa dikaitkan dengan campur tangan Alien seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com.

Kaisar Kuning = Alien?
Huang-Di (2697-2598 SM) atau “Kaisar Kuning” yang dianggap sebagai kaisar pertama China dan leluhur dari semua Cina. (ingat, ini bukan Qin Shih Huang yang membuat prajurit terracota)


Apakah Huang-Di adalah “nyata” atau “mitos”. Tergantung pada sumber yang kita baca. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah raja dewa, seorang raja-mitos, seorang raja yang sebenarnya, dewa-seperti-raja, seorang “anak langit” atau setengah dewa. Saya ingin menyarankan bahwa solusi terbaik (jalan tengah) dari semua yang disebutkan diatas adalah: Dia nyata, tetapi bukan manusia. Kita tahu dari budaya kuno lainnya dan terutama dari Mesir kuno bahwa raja-raja dan aturan yang turun dari langit yang disebut sebagai “Dewa” dan keturunan mereka (dari hubungan dengan manusia) sebagai “setengah dewa”. Catatan kuno Cina tidak berbeda dalam hal ini.
Menurut legenda, sebelum Huang-Di dilahirkan di sana terjadi “pancaran dari bintang besar Chi dan Dipper Constellation (Ursa Major). Konsepsi-nya ditandai dengan “petir pada hari yang cerah di langit”. Huang-Di kemudian mulai menyatukan Cina dan juga dikreditkan menjadi pahlawan budaya, setelah membawa Pengobatan tradisional Cina (termasuk akupunktur) ke negara itu. Istrinya mengajar orang Cina cara membuat sutra. (Ini konsisten legenda kuno lain yang juga mengatakan seorang wanita “yang datang dari langit” yang mengajarkan pembuatan sutra. Lebih lanjut tentang kisah ini bisa anda baca nanti).
Dia dikatakan tinggal di Pegunungan Kunlun-yang berada di jantung Tibet. Setelah ia tinggal dan memerintah selama lebih dari 100 tahun ia dikatakan telah siap “kembali ke langit” nya. Kemudian Naga logam “turun dari langit dan mengambil Huang-Di dan membawanya pergi”. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia tidak mati setelah dibawa pergi, tetapi masih hidup sekitar 200 tahun lagi di bintang Yuan Syuan (Constellation Leo).
Huang-Di juga dikatakan telah menulis sebuah buku berjudul “Bai Tu Ze” yang menggambarkan 11520 jenis “shapeshifters, monster, roh, makhluk” di alam semesta. Buku ini dianggap hilang. Sebuah bukunya yang tidak hilang adalah berjudul “Buku Pegangan di Sex” dan mungkin merupakan buku Sex tertua di dunia yang kita kenal. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa Huang-Di pernah bertemu Lao Tzu … pencetus Taoisme.


Tentu saja semua yang melibatkan perjalanan ruang angkasa dianggap “mitos” oleh para sarjana modern. Namun, alasan lain Huang-Di dikatakan “mitos” adalah karena ia memerintah sebelum Dinasti Shang-(1766 – 1122 SM) yang merupakan era pertama yang secara menyeluruh didokumentasikan. Pandangan yang menganggap segala sesuatu pra-Dinasti Shang-sebagai murni “mitos” itu terhenti tiba-tiba, ketika Arkeolog China menemukan bukti bahwa sistem penulisan Cina yang kompleks sudah sepenuhnya dikembangkan pada awal Dinasti Shang-dan bahwa hal tersebut telah ada setidaknya sejak 2000 SM
Banyak kisah kuno tentang Huang-Di tetap mengacu kepadanya sebagai seorang penemu atau pengembang perangkat mekanik yang aneh. Sebuah mesin yang disebut “kereta penunjuk selatan (south pointing chariot)” (Kompas) dan juga membuat kereta perang yang membantunya memenangkan berbagai pertempuran. Perangkat Huang-Di yang aneh yang dia temukan lainnya adalah apa yang diterjemahkan sebagai “tripod”. Tripod ini tingginya 4 meter dan “didalamnya terisi 100 energi penuh” dan membuat “suara aneh”. Menurut legenda, tripod ini digambarkan sevagai “naga terbang di awan”. Selanjutnya, tripod ini didirikan di “Danau di Puncak Gunung” (salah satu gunung paling terkenal China karena legenda ini) dan “diarahkan pada bintang Syuan Yuan” (nama bintang paling terang di konstelasi ini sekarang adalah bintang Regulus ). Ini juga merupakan bintang dimana Huang-Di berasal. Rupanya “tripod” ini juga mampu menyimpan data, karena mereka mengatakan bahwa tripod ini mencatat kehidupan dan waktu yang dijalani Huang-Di.
“Naga” Huang-Di tidak digambarkan sebagai makhluk mitologis tetapi sebagai perangkat untuk naik ke “matahari”, sebagai sarana transportasi dan naga ini berusia lebih dari tiga ribu tahun. Biografi Huang-Di menyatakan bahwa Changhuan menempuh jarak yang ekstrim jauhnya hanya dalam satu hari dan manusia yang “naik” dapat mencapai usia dua ribu tahun. Hal ini cukup konsisten dengan banyak mitos global lainnya dan agama mengenai dilatasi waktu dalam hal “kendaraan para Dewa”.
Jika penjelasan dari buku-buku Mitologi Tionghoa terdengar seperti atau mirip dengan banyak account kuno lainnya mengenai dewa dan setengah-Dewa di seluruh dunia, maka itu mungkin karena memang ada beberapa kebenaran di dalamnya.

Periode Awal lebih maju dari Periode kemudian
Dari Mesir Kuno kita tahu bahwa dinasti-dinasti sebelumnya tampaknya telah lebih maju daripada dinasti dinasti setelahnya. Piramida Kemudian (yang lebih baru) misalnya, selalu kurang rumit dan besar dibandingkan dengan Piramida Giza. Ini, tentu saja, bertentangan dengan pemikiran konvensional yang mengandaikan sebuah evolusi ke atas dari semua budaya kuno. Jenis yang sama dari De-Evolusi juga dapat dilihat di bagian-bagian Amerika Selatan kuno. Hal ini juga dapat dilihat baru-baru ini di abad pertengahan, bahwa bangsa eropa dalam banyak hal kurang berpengetahuan dari nenek moyang mereka (Orang Yunani tahu bahwa bumi itu bulat sedangkan doktrin abad pertengahan mengatakan bumi itu datar).
Kita bisa berkata bahwa De-Evolusi sebagai sebuah keanehan, sebuah anomali yang jarang … tetapi kita juga memiliki hal yang sama di Cina.

Sanxingdui
Banyak teori juga mengelilingi jatuhnya peradaban Sanxingdui, yang tampaknya menghilang tanpa jejak, meninggalkan benda-benda/artefak artefak yang tidak pernah ditemukan padap periode lain dari sejarah Cina. Para arkeolog masih bertanya-tanya apa tujuan dari benda benda itu dan bagaimana sebuah budaya kuno, pada awal dari peradaban Cina, bisa begitu maju.


Tahun 1986, para arkeolog menemukan situs Sanxingdui yang misterius di Guanghan, Propinsi Sichuan. Di situs yang sejarahnya dapat dilacak sampai tiga ribu tahun yang lalu, ditemukan sekelompok benda budaya yang berhubungan dengan kebudayaan Asia Barat dan Yunani. Di antaranya terdapat sebuah tongkat emas yang panjangnya 142 sentimer, sebatang “pohon dewa” dengan ketinggian 4 meter dan patung manusia tembaga, kepala tembaga dan maskot tembaga. Para ahli berpendapat bahwa benda-benda budaya itu mungkin memasuki Tiongkok dalam pertukaran kebudayaan antara Timur dan Barat.
Situs Sanxingdui yang terletak di kota Guanghan Provinsi Sichuan Tiongkok barat daya merupakan tempat peninggalan sejarah Negeri Shu pada masa 5.000 tahun hingga 3.000 tahun yang lalu. Pada tahun 1929, seorang petani yang bekerja di ladang telah menemukan sebuah benda budaya jade yang indah. Jade tersebut yang mempunyai keistimewaan Sichuan kuno telah menarik perhatian dunia. Pada tahun 1986, para arkeologi telah menemukan dua kubur berukuran besar di situs Sanxingdui, lebih seribu benda budaya yang halus dan misterius telah ditemukan. Penemuan tersebut telah menggemparkan dunia. Seiring dengan lebih banyak benda budaya ditemukan, banyak teori yang berusaha menjelaskan misteri sejarah ini telah dikemukakan.
Situs Sanxingdui terkenal dengan sejumlah besar topeng tembaga. Sebelum itu, di Provinsi Henan Tiongkok tengah telah ditemukan banyak benda budaya tembaga, tetapi tidak terdapat topeng tembaga. Topeng tembaga yang ditemukan di situs Sanxingdui tersebut mukanya seolah-olah senyum dan juga marah, bentuk mukanya sangat sangat aneh. Apa maksud topeng tersebut? Para pakar arkeologi pun tidak mengetahuinya.
Sebuah patung tembaga berbentuk manusia telah ditemukan di situs Sanxingdui. Patung tembaga itu setinggi kira-kira 1.7 meter. Pakar berpendapat, berdasarkan muka dan gayanya, patung itu mungkin adalah seorang lelaki ahli sihir.

Pohon Suci

Selain topeng dan patung, tongkat emas, pohon tembaga juga telah ditemukan di situs Sanxingdui. Tongkat emas sepanjang 1.42 meter. Sebatang “pohon dewa” dengan ketinggian 4 meter dan patung manusia tembaga, kepala tembaga dan maskot tembaga. Para ahli berpendapat bahwa benda-benda budaya itu mungkin memasuki Tiongkok dalam pertukaran kebudayaan antara Timur dan Barat.

Pohon Uang

Pohon dewa tembaga juga mengejutkan orang. Pohon tembaga itu setinggi hampir 4 meter, 9 ekor burung masing-masing hinggap pada 9 batang ranting pohon itu. Burung tersebut bukan burung biasa, tetapi burung suci yang mewakili matahari. Yang lebih unik ialah, benda budaya tembaga yang ditemukan di situs Sanxingdui, bukan saja merupakan warisan kebudayaan Sichuan, tetapi juga merupakan corak kebudayaan Asia Barat, Timur Tengah, Amerika Tengah dan kawasan-kawasan lain di dunia. Misalnya, arca tembaga dan tongkat emas yang dikeluarkan dari Kubur di situs Sanxingdui mempunyai kemiripan dengan kebudayaan Maya di Amerika Tengah dan kebudayaan Mesir purba di Timur Tengah.

Patung Sanxingdui

Benda benda tembaga tersebut sangat berbeda dengan Benda benda tembaga kuno yang ditemui di kawasan tengah Tiongkok. Pakar berpendapat, kebudayaan tembaga Sanxingdui mungkin terpengaruh oleh kebudayaan di Asia Barat, Timur Dekat dan Eropah. Artifak yang ditemui di situs Sanxingdui Sichuan Tiongkok tersebut merupakan penemuan penting dalam usaha arkeologi Tiongkok dari segi ilmiah dan sejarah.
Dibawah ini adalah artefak artefak aneh lainnya yang ditemukan di situs Sanxingdui



Perhatikan bahwa tidak satupun dari bentuk artefak artefak ini yang membuat kita mengira bahwa ini dibuat oleh nenek moyang orang china, karena tidak satupun mirip dengan benda benda budaya china yang kita kenal.

Pembuatan Sutra, Ilmu dari Alien?
Orang Cina Kuno bukan satu-satunya bangsa yang mempunyai mitos yang mengatakan bahwa sutra berasal dari luar angkasa.

Sutera yang dibuat pada abad ke 2 SM

Tradisi lisan Bangsa Khmer kuno (Kamboja) mengatakan tentang asal-usul sutra:
Lima perempuan “superhumans” terbang turun dari langit ke bumi tanpa tujuan lain selain untuk “bersenang-senang”. Salah satu dari mereka Sota Chan tak bisa menahan godaan dan mencuri enam ranting pohon yang berbau harum milik Petani Cina yang miskin Loem-Sang. Setelah lima perempuan itu pulang ke “langit”, dewa Indra marah oleh perbuatan Sota Chan yang mencuri dari manusia, sebagai hukuman, dia memerintahkan Sota Chan menghabiskan enam tahun di bumi bersama Loem-Sangs sebagai istrinya! Sota chan yang tak bisa menolak perintah itu kembali ke bumi. Anehnya Loem-Sang tidak mau menikahinya sehingga dia harus membujuk Loem-Sang agar mau menikahinya. Dia berjanji untuk mengajarinya keterampilan dan seni yang belum pernah diketahui manusia. Jadi dia menikah dan dia mengajarkan kepada Loem Shang bagaimana menenun dan memproses jenis sutra “belum pernah ada di dunia” dan sutra tersebut dikagumi oleh semua orang. Setelah setahun Sota hamil dan melahirkan seorang anak yang “setengah manusia, setengah dewa”. Sota, ibunya, memberinya nama Preah Pisnokar. Pisnokar dalam tahun pertama hidupnya ia habiskan dengan menggambar dan melukis hewan, manusia dan bentuk bentuk geometris. Pada saat hukuman 6 tahun Sota Chans di bumi sudah berakhir, Sota terbang kembali ke langit.
Jadi bagaimana para sarjana modern menafsirkan cerita ini? Mereka mengatakan cerita ini “simbolis” berarti bahwa Sota Chan kembali ke “Istana Kaisar” Cina. Tapi benarkah demikian? Mengapa ada orang yang harus “terbang” untuk kembali ke Istana Kaisar china?

Shaohao dan Piramid Qufu
Shaohao (少昊), juga dikenal sebagai Shao Hao, Tian Jin atau Xuanxiao, adalah seorang kaisar Cina di 2600 SM. Menurut beberapa tradisi (misalnya Sejarah Classic), ia, dalam beberapa versi, salah satu dari “Lima Kaisar” yang jadi mitos.

Shaohao

Legenda mengatakan bahwa ibunya, seorang dewi penenun, yaitu peri cantik bernama Huange yang jatuh cinta dengan planet Venus ketika melayang di Bima Sakti. Kedua menikmati malam intim bersama-sama di rakit dan mereka menciptakan anak. Dia segera melahirkan Shaohao, yang tumbuh menjadi seorang pemuda tampan dengan banyak potensi. Pamannya, Huang Di, sangat terkesan dengan dia dan memberinya nama Dewa dari Langit Barat.
Mitos mengatakan bahwa Shaohao menciptakan sebuah kerajaan dalam lima pegunungan di Surga Timur yang dihuni oleh berbagai jenis burung. Sebagai penguasa ia di identifikasikan sebagai burung pemakan bangkai. Burung lain bekerja di bawahnya, seperti phoenix sebagai dewa Kanselir, elang adalah yang didelegasikan hukum, dan seekor merpati yang bertanggung jawab atas pendidikan. Dia memilih empat musim dalam setahun untuk mengawasi burung-burung yang tersisa.
Meskipun kerajaannya berhasil selama bertahun-tahun, ia pindah kembali ke barat dan meninggalkan kerajaan burungnya kepada anaknya Chong. Dengan anak yang berbeda, Ru Shou, ia membuat rumahnya di Gunung Changliu, di mana ia memerintah atas Surga Barat. Dalam serikat sebagai ayah dan anak, mereka bertanggung jawab untuk pengaturan harian matahari. Selain itu, Shaohao dianggap telah memperkenalkan kecapi senar dua puluh lima pada China.
Terlepas dari legenda, Shaohao umumnya dianggap sebagai putra dari Kaisar Kuning Huang Di. Dia adalah pemimpin dari orang-orang Yi, di mana ia memimdahkan ibukota mereka ke Qufu, Shandong. Berkuasa selama delapan puluh empat tahun, ia digantikan oleh keponakannya Zhuanxu.
Menurut Shiji, tidak ada kaisar (帝), antara Kaisar Kuning dan Zhuanxu Namun Shaohao disebutkan sebagai orang yang hidup antara dua orang tersebut, yang direpotkan oleh anaknya yang tidak jujur. Dia biasanya diidentifikasi sebagai Xuanxiao (玄 嚣), putra tertua dari Kaisar Kuning yang ditemukan sebelumnya dalam teks. Hal ini berarti, anaknya yang tidak jujur ​​itu adalah Jiaoji (蟜 极), satu satunya keturunan Xuanxiao yang dikenal.

Piramid makam Shaohao dekat Qufu

Makam Shaohao, kemungkinan besar yang dibangun selama Dinasti Song dalam bentuk piramida besar, secara tradisional saat ini terletak di Jiuxian (“prefektur tua”) desa, di pinggiran timur Qufu.
Yang aneh dari ini adalah kesamaan nama dengan Khufu yang membangun piramid besar di Mesir. Apakah kesamaan ini hanya kebetulan belaka, ataukan para pelawat china mengkopi nama dari mesir untuk nama piramid mereka? Atau ada yang lebih misterius dan sejarah yang terlupakan di balik semua ini?

Mummi Lady Dai
Pada tahun 1971, pada puncak perang dingin, para pekerja yang menggali shelter untuk perlindungan dari serangan udara dekat kota Changsha menemukan sebuah Makam besar era Dinasti Han. Di dalamnya mereka menemukan lebih dari 1.000 artefak yang sempurna diawetkan, serta apa yang di klaim sebagai mayat/mummi yang paling sempurna diawetkan yang pernah ditemukan.
Makam itu milik Xin Zhui, istri penguasa kekaisaran Han wilayah kekuasaan Dai. Xin Zhui, atau Lady Dai, meninggal antara 178 dan 145 SM, sekitar 50 tahun. Benda-benda di dalam makam itu menunjukkan dia adalah seorang wanita penting yang bergelimang kekayaan, dan yang menikmati hal-hal baik dalam hidup.
Tapi yang menunjukkan semua itu bukanlah barang barang berharga yang menyertainya, melainkan kondisi mayatnya yang diawetkan dengan sangat sempurna. Lady Dai adalah mumi yang paling terkenal daripada semua mumi lain sebagai legenda dan misteri, bagaimana petugas mayat Cina kuno mengawetkan nya sehingga membuat para ilmuwan bingung dan takjub selama bertahun-tahun.

Kiri, mummi Lady Dai, Kanan adalah rekonstruksi wajah Lady Dai dalam patung lilin

Jasad Lady Dai sangat baik diawetkan sehingga jika diotopsi oleh patolog seolah-olah baru saja mati.
Ketika Lady Dai ditemukan kulitnya kenyal dan anggota tubuhnya bisa dimanipulasi sehingga; rambutnya masih utuh, tipe darah A nya masih mengalir merah di pembuluh darahnya, dan organ-organ internalnya semua utuh.
Misteri Lady Dai belum terpecahkan. Arkeolog dan patolog masih memikirkan kemungkinan alasan di balik pengawetannya. Apakah pembangunan makam yang rumit yang melindungi jasad? Atau, lebih kontroversial, itu bisa saja disebabkan oleh cairan misterius dimana jasad ditenggelamkan. Apakah ini zat aneh ramuan keabadian?
Untuk mengintensifkan misteri, dua makam lain yang mengandung mayat dalam keadaan pengawetan yang sama telah ditemukan dalam beberapa ratus mil dari Xin Zhui. Salah satunya seorang hakim dengan nama Sui, yang lain adalah Ling Huiping, istri dari seorang penguasa Dinasti Han.
Tiga mayat telah memberikan arkeolog dengan banyak informasi tidak hanya tentang kematian mereka, tetapi juga tentang kehidupan mereka. Profil kesehatan xin Zhui mungkin menjadi yang paling lengkap yang pernah disusun dari seorang manusia kuno. Telah terungkap bahwa dia menderita serangkaian parasit, mengalami nyeri punggung bawah dan kelebihan berat badan pada saat kematiannya.
Tubuhnya juga mengungkapkan arteri yang tersumbat dan hati yang sangat rusak, indikasi yang jelas bahwa penyakit jantung disebabkan oleh obesitas, kurang olahraga dan diet overlyrich menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi di zaman kuno, seperti sekarang.
Menurut National Geographic, penemuan Lady Dai adalah sesuatu yang membuat mumi Mesir ketinggalan zaman.

Pipa-Pipa Baigong
Ditemukan di tepi sebuah danau garam di daerah yang sebagian besar tidak dapat diakses dan dihuni di Qinghai, ‘Pipa Baigong’ Cina benar-benar misterius, dan menjadi salah satu dari anomali besar geologi dan penemuan OOPART dalam sejarah. Sistem pipa kuno ini terletak di dan sekitar Gunung Baigong, yang diatas gunung itu sendiri aterdapat Piramida besi setinggi 60 meter.


Contoh terbesar dari pipa yang jelas artificial ini dapat ditemukan di salah satu – dari tiga – dari apa yang menyerupai gua yang ‘digali’. Salah satu gua yang masih dapat diakses memiliki 40 cm setengah-pipa yang melintas pada dinding gua, dan mengarah ke belakang menuju danau. Pipa yang lain, yang berukuran persis sama terkubur di lantai gua dengan hanya ujungnya yang terungkap.
Puluhan lebih dari ujung pipa besi dapat ditemukan di atas pintu masuk gua


Pipa-pipa itu sendiri tidak hanya melintas di dalam dan sekitar gunung Baigong, dan danau garam, tetapi yang lebih kecil banyak tersebar di tepi danau dengan pola dari timur ke barat, semuanya bulat sempurna dengan beberapa memiliki lubang yang sangat sempit. Yang mengherankan tak satupun dari pipa pipa tersebut diblokir atau tersumbat oleh pasir.
Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1998 oleh sekelompok ilmuwan AS yang sedang mencari fosil dinosaurus. Mereka memperkirakan umur pipa sekitar 300.000 tahun. Temuan itu dilaporkan kepada pemerintah Cina dan penelitian berikutnya yang diam-diam dilakukan, telah menunjukkan jaringan pipa tersebut bertanggal tepat pada saat Huang-Di dikatakan telah muncul dari “perut naga”, sekitar 3000 SM:
Seorang ahli geologi dari China Earthquake Administration mengatakan:
“There is indeed something mysterious about these pipes,” he explained, “for example, the size of the pipes tends to be small and some of them are highly radioactive.”

Anomali Teknologi Muncul pada Masa Neolitik, di China

Ini baru ditemukan oleh para peneliti Harvard University bahwa masarakat Zaman Batu Cina tiba-tiba mulai menggunakan berlian untuk memoles korundum – mineral yang paling sulit dikenal manusia kedua setelah berlian. Alat yang dipoles tertua yang ditemukan sejauh ini bertanggal kembali ke sekitar 2500 SM dua-ribu tahun penuh sebelum teknologi itu umumnya dianggap telah dilaksanakan.


Tidak hanya kemampuan ini yang tiba-tiba muncul, untuk kemudian hilang dalam bukti lebih lanjut dari devolusi, tetapi kualitas pengerjaan, kemilau tinggi dari polesan alat ini, masih belum dapat kita produksi hingga hari ini.

Piramid Piramid di China

Sampai tahun 2000, pemerintah China telah menolak untuk mengomentari struktur piramida yang ada di Cina. Bahkan saat ini hampir semua penggalian yang dilakukan tidak dilakukan dalam piramida, namun sekitar dan di luar dari piramida.
Arkeolog pemerintah bersikeras bahwa tidak ada cara untuk mengakses interior dari ratusan piramida yang sekarang terlihat oleh semua orang (karena ada Google Earth),
Dalam dekade terakhir, selubung kerahasiaan telah tersingkap sampai batas tertentu (terutama untuk sejauh bahwa kita semua dapat melihat bahwa ada piramida di seluruh China), tetapi setiap studi investigasi yang nyata, pengumuman resmi arkeologis mengenai usia, atau siapa, atau apa, yang sebenarnya di dalam piramida, secara aktif tidak dilakukan.
Fakta tragis bahwa lebih dari 90% dari piramida Cina yang diketahui belum diselidiki dengan cara apapun. Ini tampaknya menjadi salah satu tembok tebal antara arkeolog dan pemerintah Cina, setelah puluhan tahun menolak untuk mengakui piramida piramida itu ada, mereka masih tetap menolak untuk mengizinkan semua akses arkeologi kepada mereka.


Mengapa adalah pertanyaan yang menarik untuk dierenungkan …
Jin zi ta (jīnzitǎ) adalah kata yang paling umum digunakan dalam bahasa Cina untuk istilah ‘piramida’, tapi bukan kata ini yang digunakan oleh para arkeolog pemerintah. Mereka tidak menggunakan kata ini sama sekali. Sebaliknya mereka secara eksklusif mengucapkan kata Cina untuk “pekuburan” atau “gundukan” ketika menggambarkan sebuah “piramida” – padahal setiap orang awam yang melihatnya pun akan menyebutnya Jin zi ta.
Karena Cina adalah bahasa ideogrammatic, mari kita telaah simbol-simbol yang membuat kata itu,
Jin berarti “emas”. Zi, “tanda, simbol tertulis”. Ta, “menara”. Kata secara harfiah diterjemahkan sebagai “menara dengan simbol emas”. Tetapi karakter Jin dan zi (“simbol emas”) tidak digunakan untuk merujuk pada warna emas, atau logam, melainkan untuk pengetahuan suci, yang dianggap sama berharganya seperti emas dan berkonotasi kuno.
Karakter Cina yang digunakan untuk menyebut ‘piramida’ merujuk tidak hanya untuk pengetahuan tetapi juga kuno. Dan arkeolog pemerintah tidak hanya dilarang untuk menyelidiki situs, tetapi juga dilarang menggunakan kata.

Kompleks Shaanxi dan Plateau Giza

Sangat mudah untuk melihat kesamaan tata letak dengan mata telanjang. Sekarang perhatikan bahwa kedua kompleks selaras ke titik kardinal bumi dan memiliki layout matematis yang similar. Pertanyaan yang menarik adalah, (seperti yang selalu ditanyakan ketika ada struktur piramida), siapa yang pertama kali membangun mereka, mengapa dan kapan? Juga, mengapa Cina menyangkal keberadaan mereka begitu lama dan sekarang terus menahan penyelidikan intensif dari apa yang ada didalam piramida piramida tersebut?
Untuk piramida ini pernah dibahas di postingan sebelumnya, bisa anda baca disini: Amazing Pyramid in the World, dibagian paling bawah.

Astronot Kuno di China

Seorang ilmuwan pemerintah telah membuat pengumuman bahwa ukiran ini menunjukkan apa yang tampaknya adalah astronot kuno alien dan UFO telah ditemukan dekat situs bersejarah antara Guanxi dan Guangdong. Ukiran dikatakan setidaknya berusia tiga ribu tahun. Ukiran ini juga menggambarkan citra teknologi seperti antena dan sebuah kapal ruang angkasa. Saatini diyakini oleh banyak orang Cina bahwa alien atau UFO pernah tiba di cina dan meletakkan dasar-dasar peradaban Cina di zaman kuno.
Pada saat ukiran diperiksa, ada kesamaan pasti untuk deskripsi yang diberikan oleh Nabi Yehezkiel di dalam Alkitab yang juga mungkin menyaksikan penampakan UFO
________________________________________________________________________________________________
Benarkah semua yang di kemukakan diatas adalah bukti bukti campur tangan alien terhadap sejarah china? Tak seorangpun yang tahu pasti. semuanya adalah dugaan. Dan keadaan ini diperburuk dengan tidak terbukanya pemerintah china terhadap sejarah bangsanya sendiri, sehingga menimbulkan spekulasi spekulasi dikalangan masyarakat dunia

Artikel Terkait: Jejak-Jejak Alien di Tiongkok

Description: Jejak-Jejak Alien di Tiongkok Rating: 5.0 Reviewer: Kumpulan Berita Unik ItemReviewed: Jejak-Jejak Alien di Tiongkok
Comments
0 Comments

{ 0 comments... read them below or add one }